PAFI SUMUT: MEA 2015, Tenaga Farmasi Harus Berkualitas

Medan -. Tenaga Ahli Kefarmasian diminta untuk meningkatkan kualitas diri dan profesionalitas dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Hal ini dilakukan agar tenaga ahli kefarmasian bisa mampu bersaing dan tidak ‘terusir’ dari negara sendiri.

“Ke depan ahli kefarmasian semakin banyak tantangan dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sekarang sudah berdiri rumah sakit bertaraf internasional, jika kita tidak berkualitas dan profesional, kita bisa tersingkir di negara sendiri,” kata Ketua Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Sumut Dahlan kepada wartawan, Kamis (18/12) di Medan.

Selain menghadapi MEA 2015, lanjutnya, PAFI juga harus menghambat larinya pasien berobat ke luar negeri. “Sebanyak 80 persen masyarakat kita yang pergi keluar negeri itu untuk berobat. Kita harus menghambat ini,” imbuhnya.

Sekretaris Umum H Grisbert mengatakan, untuk menjawab tantangan MEA 2015, PAFI Sumut akan menggelar berbagai kegiatan seminar untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan tenaga kefarmasian di Sumut.

“Untuk tingkat nasional, sudah dilakukan seminar tentang Eksistensi dan Profesionalisme Tenaga Teknis Kefarmasian dalam era BPJS dan Permenkes Kefarmasian 2014 yang diadakan di Makasar Sulawesi Selatan November kemarin,” jelasnya.

Hasil seminar, lanjutnya, sudah disampaikan ke seluruh Ahli Farmasi di Sumut melalui surat kepada RS, Dinas Kesehatan, Apotik/Toko Obat dan para kepala Sekolah dan direktur akademi Farmasi.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan PAFI Sumut OK Arya Zulkarnain juga menyarankan, selain membahas organisasi maupun anggaran dasar dan rumah tangga, PAFI Sumut juga harus melakukan silaturahmi dan melakukan pembinaan kepada ahli farmasi yang muda-muda.

“Lakukan seminar untuk menambah pengawasan dan pengetahuan mereka dalam menghadapi MEA ini. Setiap permasalahan itu pasti ada, tetapi dengan melakukan silaturahmi dan bersatu permasalahan itu bisa diselesaikan. Tingkatkan kualitas, agar lahan kita tidak diambil orang asing,” katanya.

Ketua Dewan Pertimbangan PAFI Sumut Ismara menuturkan, PAFI adalah organisasi farmasi tertua yang didirikan enam bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan RI pada 13 Februari 1946 oleh Zainal Abidin. Oleh karena itu, pengurus PAFI Sumut periode 2014-2019 yang telah dikukuhkan PAFI pusat melalui SK No.012.01/PP-PAFI/SK/VIII/2014 bisa membesarkan kembali nama PAFI.

“Pengurus PAFI sekarang dihimpun dari berbagai kalangan yaitu dari guru sekolah, dosen, pelaku bisnis, pelaku kegiatan di rumah sakit maupun di Dinkes dan Puskesmas. Semoga dengan campuran komposisi pengurus ini, PAFI sumut akan semakin kokoh,” tambah Ismara.

Susunan pengurus harian PAFI Sumut Ketua Dahlan, Wakil Ketua Dessy Susanty, Sekretaris Grisbert, Wakil Sekretaris Roswita Wonggeni, Bendahara Indira Nazli, Wakil Bendahara Nazmi Azhar. PAFI Sumut terdiri dari beberapa bidang, yakni bidang organisasi, pendidikan dan penelitian dan pengembangan.

(mc)

Leave a reply